SDN Kebayoran Lama Selatan 11 Pagi
memanfaatkan limbah kertas menjadi layang - layang
LIMBAH
B3
(BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN)
PENGERTIAN LIMBAH
Limbah adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu
kegiatan dan proses produksi, baik pada skala rumah tangga, industri,
pertambangan, dan sebagainya. Bentuk limbah tersebut dapat berupa gas dan
debu, cair atau padat. Di antara berbagai jenislimbah ini ada yang bersifat
beracun atau berbahaya dan dikenal sebagai limbah Bahan Berbahaya dan Beracun
(Limbah B3).Definisi limbah B3 berdasarkan BAPEDAL (1995) ialah setiap bahan
sisa(limbah) suatu kegiatan proses produksi yang mengandung bahan berbahaya dan
beracun(B3) karena sifat (toxicity, flammability, reactivity,
dancorrosivity) serta konsentrasi atau jumlahnya yang baik secara langsung
maupun tidak langsung dapat merusak,mencemarkan lingkungan, atau membahayakan
kesehatan manusia.
KARAKTERISTIK LIMBAH B3
1.Berukuran mikro
2.Dinamis
3.Berdampak luas (penyebarannya)
4.Berdampak jangka panjang (antar generasi)
Berdasarkan karakteristiknya limbah industri dapat
dibagi menjadi :
1. Limbah padat
2. limbah cair
3. limbah gas dan partikelSuatu
limbah digolongkan sebagai limbah B3 bila mengandung bahan berbahaya atau
beracun yang sifat dan konsentrasinya, baik langsung maupun
tidak langsung, dapat merusak atau mencemarkan lingkungan hidup atau
membahayakankesehatan manusia.Yang termasuk limbah B3 antara lain adalah bahan
baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak,
sisa kemasan, tumpahan,sisa proses, dan oli bekas kapal yang memerlukan
penanganan dan pengolahan khusus.Bahan-bahan ini termasuk limbah B3 bila
memiliki salah satu atau lebih karakteristik berikut:Mudah
meledak,mudah terbakar, bersifat reaktif, beracun, menyebabkan infeksi,
bersifatkorosif, dan lain-lain, yang bila diuji dengan toksikologi dapat
diketahui termasuk limbah B3.
Macam
Limbah Beracun
Limbah mudah meledak
adalah limbah yang melalui reaksi kimia dapatmenghasilkan gas dengan suhu dan
tekanan tinggi yang dengan cepat dapat merusak lingkungan.*
Limbah mudah terbakar
adalah limbah yang bila berdekatan dengan api, percikanapi, gesekan atau sumber
nyala lain akan mudah menyala atau terbakar dan bila telahmenyala akan terus
terbakar hebat dalam waktu lama.
PEMANASAN
GLOBAL
(GLOBAL WARMING)
Pengertian Global Warming
Pemanasan global / Global warming adalah kejadian meningkatnya temperatur
rata-rata atmosfer, laut dan daratan. Meningkatnya temperatur global
diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya
permukaan air laut, meningkatnya intensitas kejadian cuaca yang ekstrim, serta
perubahan jumlah dan pola presipitasi.
Pemanasan global mengakibatkan dampak yang luas dan serius bagi lingkungan
bio-geofisik (seperti pelelehan es di kutub, kenaikan muka air laut, perluasan
gurun pasir, peningkatan hujan dan banjir, perubahan iklim, punahnya flora dan
fauna tertentu, migrasi fauna dan hama penyakit, dsb).
Penyebab Terjadinya Global Warming
1. Efek rumah kaca
Pemanasan global (global warming) pada dasarnya merupakan
fenomenapeningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya
efek rumah kaca (greenhouse effect) yang disebabkan oleh meningkatnya
emisi gas-gas. Gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi gelombang
yang dipancarkan Bumi dan akibatnya panas tersebut akan tersimpan di permukaan
Bumi. Gas-gas tersebut berfungsi sebagaimana kaca dalam rumah kaca. Dengan
semakin meningkatnya konsentrasi gas-gas ini di atmosfer, semakin banyak panas
yang terperangkap di bawahnya. Akan tetapi, akibat jumlah gas-gas tersebut
telah berlebih di atmosfer, pemanasan global menjadi akibatnya.
2. Variasi matahari
Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca
adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya
efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian
bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila
aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini.
Dampak Global Warming
Akibatnya, gunung-gunung es akan mencair dan daratan akan
Akan lebih sedikit es yang terapung di perairan Utara tersebut. Daerah
daerah yang sebelumnya mengalami salju ringan, mungkin tidak akan
mengalaminya lagi.
Pada pegunungan di daerah subtropis, bagian yang ditutupi salju akan
semakin sedikit serta akan lebih cepat mencair. Musim tanam akan lebih panjang
di beberapa area. Temperatur pada musim dingin dan malam hari akan cenderung
untuk meningkat.Daerah hangat akan menjadi lebih lembab karena lebih banyak air
yang menguap dari lautan. Akan tetapi, uap air yang lebih banyak juga
akanmembentuk awan yang lebih banyak, sehingga akan memantulkan cahaya
mataharikembali ke angkasa luar, di mana hal ini akan menurunkan proses
pemanasan.Kelembaban yang tinggi akan meningkatkan curah hujan, secara rata-rata,
sekitar 1% untuk setiap derajat Fahrenheit pemanasan. Badai akan menjadi
lebihsering. Selain itu, air akan lebih cepat menguap dari tanah.
Topan badai (hurricane) yang memperolehkekuatannya dari penguapan air, akan
menjadi lebih besar. Berlawanan denganpemanasan yang terjadi, beberapa periode
yang sangat dingin mungkin akan terjadi.Pola cuaca menjadi tidak terprediksi
dan lebih ekstrim.
Pemanasan juga akan mencairkan banyak es di kutub, terutama sekitar
Greenland,yang lebih memperbanyak volume air di laut. Perubahan tinggi muka
laut akan sangat mempengaruhi kehidupan di tiap daerah.
Erosi dari tebing, pantai, dan bukit pasir akan meningkat. Rawa-rawa baru
juga akanterbentuk, tetapi tidak di area perkotaan dan daerah yang sudah
dibangun. Hewan dan Tumbuhan. Akan tetapi, pembangunan manusia akan menghalangi
perpindahan ini.
Wabah penyakit yang biasaditemukan di daerah tropis, seperti penyakit yang
diakibatkan nyamuk dan hewan pembawa penyakit lainnya, akan semakin meluas
karena mereka dapat berpindah kedaerah yang sebelumnya terlalu dingin bagi
mereka. Banjir dan kekeringan meningkatkan kelaparan dan kekurang gizi.
Cara mengatasi Global Warming
Para ilmuwan mempelajari cara-cara untuk membatasi pemanasan global.
Kunci utamanya adalah: Membatasi emisi CO2 Tehnik yang efektif untuk
membatasi emisi karbon ada dua yakni mengganti energi minyak dengan sumber
energi lainnya yang tidak mengemisikan karbon dan yang kedua penggunaan energi
minyak sehemat mungkin.
Energi alternatif yang dapat digunakan diantaranya angin, sinar matahari,
energy nuklir, dan panas bumi. Kincir angin dapt merubah energi angin menjadi
energi listrik. Sinar matahari juga dapat dirubah menjadi energi listrik atau
sumber panas yang bias dimanfaatkan seperti pemanas air, kompor matahari, dll.
Energi panas bumi bias dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik.
Emisi CO2 dapat dikurangi jika mobil-mobil bisa lebih hemat
bahan bakar. Para ilmuwan dan insinyur telah bekerja untuk menciptakan mesin
yang hemat bahan bakar. Penemuan-penemuan telah mengembangkan alat untuk
menggantikan mesin pembakaran atau menggunakan mesin yang lebih kecil.
Menyembunyikan karbon yang juga membantu mencegah karbon dioksida memasuki
atmosfer atau mengambil CO2 yang ada. Menyembunyikan karbon dapat
dilakukan dengan 2 cara, yaitu dibawah tanah atau penyimpanan air tanah dan
penyimpanan didalam tumbuhan hidup.
Lapisan bumi yang dapat digunakan adalah penyimpanan alami minyak dan gas
bumi di tambang-tambang minyak. Dengan memompakan CO2 kedalam
tempat-tempat penyimpanan minyak di perut bumi akan membantu mempermudah
pengambilan minyak atau gas yang masih tersisa. Lapisan garam dan batubara yang
dalam juga bisa menyembunyikan karbon dioksida.
Kombinasi karbon dari CO2 dengan hidrogen diperlukan untuk
membentuk gula sederhana yang disimpan di dalam jaringan. Ekosistem dengan
tumbuh-tumbuhan yang berlimpah seperti hutan atau perkebunan dapat menahan
lebih banyak karbon, tetapi generasi manusia yang akan datang harus tetap
menjaga ekosistem agar tetap utuh, jika tidak maka karbon yang disimpan dalam
tanaman akan lepas kembali ke atmosfer.
Menjemur pakaian diluar, karena angin dan panas lebih baik dari pada
menggunakan mesin dryer (pengering) yang banyak mengeluarkan emisi karbon.
sooo.... yuk kita sama - sama peduli dengan lingkungan kita agar ..bumi ini dapat bermanfaat untuk 100 tahun yang akan datang bagi generiasi kita semua......
salam adiwiyata...salam bersih...salam sehat...salam damai selalau


